BELAJAR DI WALLAGRI CENTRE MAHASISWA DARI BERBAGAI DAERAH NUSANTARA TERMOTIVASI KEMBANGKAN KAMPUNG TEMATIK

oleh -263 Dilihat
oleh

Jurpolnews. Belasan mahasiswa Modul Nusantara Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari daerah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumetera Barat, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Papua, termotivasi untuk belajar kebinekaan tradisi sunda. Semangat para mahasiswa dari luar pulau jawa ini, meningkat setelah mereka mengunjungi kampung berkebun Wallagri yang beralamat di RT 01 RW 09 Kelurahan Pasangrahan Kota Bandung. Kampung yang berhasil menjadi percontohan implementasi program unggulan Kota Bandung, yaitu program buruan sae, kang pisman dan co-working space.

“Saya sangat kaget. Ternyata di tengah modernnya Kota Bandung saat ini, masih terdapat sekelompok warga yang konsisten memiliki kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan alami dan budaya lokal. Bahkan mengembangnya jadi kampung tematik yang menarik untuk dikunjungi. Motivasi luar biasa bagi saya, sepulang pertukaran mahasiswa ini agar bisa menerapkannya di daerah asal.” Ujar Muhammad Riano, Mahasiswa Modul Nusantara PMM II Universitas Islam Bandung berasal dari Pulau Papua.

Kampung berkebun Wallagri yang diinisiasi oleh Bapak Sutrisna, didirikan sejak tahun 2005. Pada tahun 2012, berhasil menjadi percontohan kampung berkebun pertama di Kota Bandung melalui program pengembangan kota hijau (P2KH). Pada masa pandemi, kampung berkebun ini berhasil mendapat penghargaan sebagai salah satu Kampung Tohaga Lodaya tingkat Kota Bandung, yaitu unit lingkungan mandiri dan tangguh penanganan covid-19.

Pada tahun 2021, kampung berkebun Wallagri ini ditetapkan Wali Kota Bandung sebagai Pemodelan Kampung Terpadu dengan konsep Kampung Hejo Sae Co-Working Space. Terakhir, pada bulan Oktober ini, dikunjungi oleh delegasi Kota Roma Italia, Planning and National Plan for Recovery and Resillience (PNRR) Departement Municipality of Rome, dalam rangka studi pemodelan ruang sehat, asri, tangguh dan produktif Implemetasi program buruan sae (Pekarangan rumah sehat, alami dan ekonomis).

“Disini terdapat lebih dari 17 kelompok perberdayaan warga sebagai wujud dari perpaduan program buruan sae, kang pisman dan co-working space. Tentu yang paling utama adalah kelompok berkebun Wallagri Asri Urban Farm dan Kelompok Tani Wallagri Mukti dengan program unggulannya berupa outing class sapoe jadi patani. Selanjutnya ada kelompok Bank Sampah Wallagri Resik Asri yang mengolah sampah teknik magot, loseda, open window dan berbagai teknik olah kerajinan tangan yang bernilai ekonomi.” Jelas Sutrisna, Pendiri Komunitas Wallagri.

“Berikutnya ada warga yang diberdayakan melalui bidang budaya sunda secara yaitu kelompok sanggar Wallagri Seni Lestari dan Sekolah Benjang Indonesia sebagai wadah pelestarian olah raga tradisional khas Ujungberung. Pemberdayaan warga juga dilakukan melalui pengembangan pendidikan berupa kelompok Paud Wallagri Asih, Sekolah Luar Biasa (SLB) Wallagri Asih, DTA Wallagri Ati dan Abatsa School untuk Lansia. Semua lengkap ada di Kampung Hejo Sae Co-Working Space ini.” Tambah Sutrisna yang juga sebagai ketua RW 09 Kelurahan Pasangrahan Ujungberung.

Para mahasiswa antar pulau di Nusantara, sangat mendapatkan banyak pelajaran dengan berkunjung ke Wallagri Centre. Hal ini ditegaskan, Weishaguna, Dosen Modul Nusantara PMM II Unisba : “Kami sangat senang berada disini. Kami dapat bermain angklung bersama. Belajar kisah-kisah inspiratif dari para warganya. Terutama kami dapat pelajaran filosofi kehidupan dari papan-papan informasi yang memuat pepatah-pepatah sunda yang ada di setiap penjuru kampung. Ini jadi pengalaman luar biasa untuk mahasiwa kami dari luar pulau Jawa yang sedang belajar kebinekaan budaya Nusantara.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *