Mutu Edutech Festival (MEF) 2025,

oleh -21 Dilihat
oleh

Jurpolnews.Bandung – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 7 Antapani Bandung sukses menyelenggarakan perhelatan akbar Mutu Edutech Festival (MEF) 2025, sebuah festival teknologi dan budaya berskala nasional. Acara ini secara resmi dibuka pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Sport Arcamanik, Kota Bandung, menjadi pusat perhatian bagi komunitas pendidikan, orang tua, dan pelajar.


​Festival ini diselenggarakan dengan mengusung tema visioner: “Mewujudkan Generasi Kreatif, Inovatif, Adaptif, dan Cinta Budaya di Era Digital melalui Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial.” Melalui tema tersebut, MEF 2025 memiliki misi strategis untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya piawai dalam teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta cinta mendalam terhadap nilai-nilai budaya bangsa.
​Kehadiran para pemangku kepentingan menandakan dukungan penuh dari berbagai lapisan pemerintah dan institusi. Acara pembukaan festival dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Kemendikdasmen) RI, perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, di samping tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
​Dalam kesempatan tersebut, awak media berkesempatan mewawancarai Kepala SD Muhammadiyah 7 Bandung, Iwan Kurniawan, M.Ag. Beliau menyampaikan bahwa MEF 2025 merupakan inisiatif fundamental. “Kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial bagi kami dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang benar-benar relevan dan selaras dengan akselerasi perkembangan zaman,” tutur Iwan Kurniawan.
​Iwan Kurniawan, M.Ag., yang dikenal sebagai sosok kepala sekolah yang aktif memimpin berbagai inovasi pendidikan, termasuk digitalisasi dan program pengembangan karakter, serta sering didaulat sebagai narasumber nasional, menjelaskan filosofi di balik festival ini.
​Menurutnya, Mutu Edutech Festival menjadi platform penting bagi sekolah untuk menyambut dan mengimplementasikan era baru pembelajaran mendalam (deep learning). Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan secara optimal koding dan kecerdasan artifisial (AI).
​Beliau menekankan bahwa koding dan AI bukan sekadar materi pelajaran, melainkan alat transformatif yang digunakan untuk penguatan karakter peserta didik, di mana proses ini harus berjalan beriringan dengan komitmen untuk tetap mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa.
​”Kami ingin memastikan bahwa meskipun anak-anak kami melek digital dan berinteraksi dengan AI, mereka tetap memiliki akar budaya yang kuat. Teknologi adalah sarana, tetapi karakter dan budaya adalah jiwa pendidikan kita,” tegas Kepala Sekolah tersebut.
​MEF 2025 sendiri menampilkan serangkaian kegiatan interaktif, mulai dari pameran inovasi koding dan robotika buatan siswa, presentasi hasil proyek pembelajaran mendalam, hingga atraksi seni dan budaya tradisional yang dikemas secara modern, menunjukkan perpaduan apik antara edutech dan kearifan lokal.
​Melalui festival ini, SD Muhammadiyah 7 Antapani Bandung secara nyata telah menunjukkan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam mengintegrasikan kurikulum modern yang berfokus pada keterampilan abad ke-21 (kreativitas, inovasi, adaptasi) dengan penanaman nilai-nilai luhur, menjadikan peserta didiknya siap bersaing dan berbudaya di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *